Kamis, 15 Juni 2017

Mengapa Sebaiknya Anda Tidak Mengandalkan Koneksi Saat Mencari Kerja?

By Melisa  
15/06/2017

Beberapa tahun belakangan ini, persaingan di dunia kerja memang semakin ketat. Bukan hanya para profesional yang sudah berpengalaman, fresh graduate pun berlomba-lomba mendapatkan pekerjaan. 

Bahkan mustahil rasanya jika tidak mengandalkan koneksi saat mencari kerja. Sehingga banyak orang yang berhasil bekerja di perusahaan karena memiliki anggota keluarga, sahabat, atau kenalan di perusahaan tersebut.

Faktanya, bekerja dengan mengandalkan koneksi tak selalu berjalan mulus. Justru banyak alasan yang membuat Anda sebaiknya mengurungkan niat mendapatkan pekerjaan bermodalkan koneksi.

Alasan untuk Tidak Mengandalkan Koneksi Saat Mencari Kerja

Belajar Mandiri dari Hal-Hal Kecil

Menjadi fresh graduate memang tidak mudah. Namun bukan berarti fresh graduate sama sekali tak bisa mencari pekerjaan secara mandiri. Pasti prosesnya sedikit lebih lama dan lebih berliku. Setelah Anda mendapatkan pekerjaan secara mandiri, Anda pasti memiliki daya juang dan semangat kerja yang lebih besar. Karena Anda memulai segala sesuatu dari nol dengan kedua tangan sendiri.

Punya Beban Utang Budi yang Besar

Tak dapat dipungkiri bahwa mengandalkan koneksi saat mencari kerja akan membuat Anda merasa berutang budi. Anda tentu merasa bahwa orang yang memasukkan Anda ke tempat kerja adalah orang yang sangat berjasa dalam hidup Anda. Bukankah utang budi terasa lebih tak enak dibandingkan utang materi?

Dicap Sebagai Orang yang Aji Mumpung

Orang-orang yang sinis terhadap Anda akan menganggap Anda sebagai orang yang aji mumpung. Karena Anda dinilai memanfaatkan hubungan pribadi untuk memuluskan jalan menuju pekerjaan. Terutama jika posisi pekerjaan Anda tergolong sangat bagus dengan remunerasi besar. Anggapan-anggapan negatif tersebut dapat membuat Anda risih bahkan tak bisa memperlihatkan performa kerja terbaik.

Artikel terkait : Berkoneksi adalah kelumrahan dalam dunia pekerjaan. Bahkan sebagai kunci untuk memperoleh pekerjaan dan kesuksesan karier Anda. Simak artikel dari dunia nyata berikut ini : Dibalik Pentingnya KKN Untuk Mencari Kerja.

Sulit Bertindak Atas Nama Pribadi

Anda butuh kebebasan ketika bekerja di suatu perusahaan. Sebab Anda adalah pribadi dewasa yang mampu menganalisa risiko sebelum mengambil keputusan. Sayangnya, hal ini tidak bisa Anda lakukan secara leluasa bila Anda satu perusahaan dengan orang yang memberikan kesempatan kerja kepada Anda. Hal ini bisa membuat Anda serba salah. Karena Anda bukan hanya bertindak atas nama pribadi, melainkan juga perlu mempertimbangkan kepentingan orang lain.

Bisa Dianggap Tak Tahu Balas Budi

Kalau Anda mementingkan integritas dan keputusan pribadi, bukan mustahil Anda bisa dianggap sebagai orang yang tak tahu balas budi. Tak ada yang bisa menebak masa depan pekerjaan yang sedang dijalani. Tetapi mendapatkan pekerjaan secara mandiri membuat Anda lebih bebas menjadi diri sendiri dan bertindak sesuai hati nurani. Anda tak perlu merasa terikat dengan keberadaan orang lain yang sudah berjasa bagi Anda.

Sebenarnya mengandalkan koneksi saat mencari kerja tentu tak selalu buruk. Bila Anda sudah mempertimbangkan baik buruknya bagi diri sendiri di masa kini dan masa depan, Anda pasti dapat mengambil keputusan terbaik. Asalkan Anda senantiasa semangat bekerja dan bisa menjadi diri sendiri, Anda pasti bisa mencapai jenjang karier cemerlang yang Anda impikan.


Melisa
http://www.catatanmel.com
day-dreamer, night-thinker, black enthusiast, freelance writer.

Sumber :

Kamis, 25 Juni 2015

Koneksi? (Butuh Gak Ya?...)

Oleh : Delicia
3 Maret 2012   05:15  
Diperbarui: 25 Juni 2015   08:35

Ketika memasuki dan berhadapan dengan dunia kerja, maka di sanalah pertempuran hidup katanya segera dimulai. Disaat-saat itulah maka hal yang tak terpikirkan akan dialami, banyak orang mulai menyadari bahwa rupanya yang pintar, cerdas, yang berpendidikan tinggi belum tentu dilirik dan dibutuhkan.

Dunia yang rasanya sungguh tidak adil seperti meremas jantung, bagaimana mungkin yang sewaktu di bangku sekolah atau di bangku kuliah tidak tahu apa-apa, levelnya selalu ada dibawah, ia malah duluan dipanggil, bahkan tanpa lamaran kerja ia bisa lenggang masuk menyingkirkan banyak saingannya yang lebih berbobot, lebih berpotensi, dan berkualitas.


Ketika mengandalkan kemampuan yang ada didirimu, maka banyak orang kemudian tertawa atas kenaifanmu, katanya "hari gini...mengandalkan kemampuan?, ha...ha...ha". Maka  hal itu kedengaran cukup menyakitkan bagi siapapun.


Ketika ia mencari-cari tahu apa kelebihan orang lain dibandingkan dirinya maka ia harus tercengang dan berkata "dunia memang tidak adil dan kejam". Ternyata karena mereka punya koneksi, ada yang mempromosikannya...lalu siapa yang bisa kuandalkan?, andalkan diriku sendiri tak memberi hasil apa-apa, malah banyak yang mengejekku. Jadi untuk apa aku dulu sekolah mati-matian?, mungkin demikianlah yang terlintas dibenak orang itu.


Saat-saat seperti itu, banyak yang kemudian pasrah pada keadaan, kecewa karena tak seorangpun yang bisa untuk diandalkannya, tak seorangpun yang bisa mempromosikan, butuh uang sebagai modal utama untuk masuk ke dunia kerja....


Uang untuk masuk kerja dan bekerja untuk uang?, lingkaran setankah itu?, aneh...tapi nyata. Lalu karena belum bekerja uang untuk masuk kerja dari mana?, bahkan harta orang tua pun  rupanya sudah habis untuk sekolahnya dahulu. Selama menganggur berbulan-bulan bahkan bertahun masih meminta untuk dibiayai orangtua, ada rasa yang bercampur aduk di dalam hatinya...maka semakin terasalah kekecewaan itu. Ratapan demi ratapan terus-terus menderanya...


Ketika menghadapi situasi itu jangan pernah menyerah, tetaplah berusaha dan terus berdoa, orang lain bisa mengandalkan koneksi untuk mempromosikannya, bisa mengandalkan uang orangtuanya untuk membeli posisinya...tapi yakini bahwa engkau tak sendiri, ada yang senantiasa bisa untuk diandalkan, yang selalu setia menjadi koneksi terdekatmu, yang punya kuasa untuk mempromosikan dirimu.


Artikel terkait :  Berkoneksi adalah keterampilan yang bisa dipelajari. Oleh setiap orang. Oleh Anda juga. Keterampilan ini menjadi landasan sukses bagi mereka yang ingin mencari pekerjaan atau pun mereka yang sudah memiliki pekerjaan. Buka cakrawala Anda dengan menyimak (klik) artikel inspiratif ini.

Siapakah dia itu?
Dia adalah Tuhan, bukankah dia yang punya segalanya di bumi ini?..lalu apa yang sulit bagiNya? jika sekedar mempromosikanmu?. Tidak ada yang sulit cuma butuh keintiman denganNya, bawa semua bebanmu dan mintalah Ia mempromosikan dirimu, maka sinar kemuliaan akan melingkupimu akan membuka hati banyak orang untuk menerimamu bekerja.


Seseorang pernah berkata "hari ini semua harus pakai uang, kalau gak ada uang ...mana mungkin bisa jalan". Oleh ucapan seperti itu maka jangan tergoda, karena mereka yang berkata seperti itu tidak tahu siapa yang engkau andalkan. Jangan mengandalkan manusia atau segala sesuatu...tapi andalkanlah Dia Tuhan kita. 


KataNya "terkutuklah yang mengandalkan manusia...".

Bahkan kupon lucky draw untuk acara tertentu bisa dibeli dahulu sebelum acara dimulai, untuk apa?, supaya bisa mendapatkan hadiah lucky draw jika acara selesai. Bayangkan untuk hal sepele seperti itu saja orang bisa berbuat curang...jangan biarkan kecurangan seperti itu melekat dan mendarah daging dalam dirimu, jangan sampai anak cucu kita mengikuti jejak yang memalukan seperti itu. Kejujuran harus diterapkan dari awal, jangan biarkan dunia menguasai kita dan kita menjadi budak dan diperalat sesuatu.


Kebobrokan mental sudah hal yang tak asing lagi, KKN di mana-mana...jadi ajarkan anak-anak cara hidup yang benar, mencari sandaran hidup yang benar, menjadi manusia yang berkualitas seutuhnya. Jangan sampai pola laku yang salah dicontoh kemudian diceritakan dari generasi kegenerasi...


Artikel terkait : Dalam dunia pekerjaan istilah KKN tidak selalu negatif. Silakan baca artikel menarik ini :  Di Balik Pentingnya KKN Untuk Mencari Kerja

Kalau hari ini engkau seperti kapal tanpa layar yang terombang-ambing maka mulailah mencari sandaran yang benar dan teguh agar tidak tenggelam....jangan biarkan angin mempermainkanmu dan mengombang-ambingkan hidupmu, tapi kalahkan arus hidup ini dengan keyakinan dan kepercayaan bahwa di dalam Dia segala yang tidak mungkin akan menjadi mungkin.


Kalau dikatakan dalam hidup ini kita butuh koneksi, yah memang benar!, tapi cari koneksi yang benar....jangan sampai salah langkah  atau jatuh tergeletak lalu ketimpa tangga.


Selamat berkoneksi, keep smile!


Sumber : 

Jumat, 23 Januari 2015

Ingin Belajar Bangun Koneksi Kerja? Ikuti 5 Caranya Ini

Oleh : Rahmi Anjani - wolipop

Selain memperluas ilmu dan pengalaman, mengembangkan koneksi juga menjadi salah satu kunci kesuksesan karier. Bila Anda pintar membangun jaringan, kesempatan besar akan lebih terbuka lebar.

Untuk seseorang yang memiliki sifat cenderung tertutup atau pemalu mungkin merasa sedikit kesulitan dalam berusaha memperluas koneksi. Namun sebenarnya hal itu bukan sama sekali penghalang.

Karena networking adalah sebuah kemampuan yang ilmunya bisa dipelajari siapa saja asal mau berusaha. Bagi Anda yang tengah berencana meningkatkan kualitas kerja dengan banyak berkenalan dengan kolega-kolega dari luar perusahaan, inilah lima tipsnya yang bisa diikuti:

1. Banyak Bergaul
Demi menambah 'teman' tentu saja Anda harus banyak bergaul. Ketika ada acara pertemuan antar perusahaan atau momen di mana Anda bisa bertemu banyak kolega, jangan menghindar. Namun pastikan juga Anda tertarik mengikutinya. Jika bisa, bergabunglah juga dalam sebuah komunitas profesional.

Dikutip dari BBC, penasihat karir Sarah Wield mengatakan cara paling efektif untuk bisa memiliki banyak kenalan adalah dengan berkontribusi di bidang yang baru. Di sana, Anda bisa menunjukkan kemampuan kepada lebih banyak orang tanpa harus banyak bicara.

"Kadang Anda melihat orang yang banyak koneksi sering melakukan voluntir dan hal itu bisa membantu Anda mencari kerja asal, ketika Anda mengenal mereka, Anda bilang bahwa Anda sedang mencari pekerjaan baru," ungkap Sarah.

2. Jalin Silahturahmi
Tak sedikit karyawan yang ketika ingin mencari pekerjaan baru langsung sibuk berkenalan dengan banyak orang untuk mendapat informasi lowongan. Sebelum melakukan hal itu, lihatlah kembali sekitar Anda. Mungkin saja Anda sebenarnya sudah memiliki cukup banyak kenalan. Coba hubungi mantan rekan kerja atau atasan Anda. Mungkin perusahaan mereka memiliki jabatan kosong yang bisa Anda isi. Terlebih jika Anda sudah sering bekerjasama dengan mereka, mereka akan mudah mengetahui kualitas perfoma kerja Anda.

3. Pelajari Caranya
Sebagian orang menganggap jika memperluas koneksi bukan keahlian mereka. Tentu saja hal tersebut tidak lah benar. Karena hampir semua ahli karier mengatakan jika kemampuan networking bisa dipelajari. Menurut Ashley Rigger, begitu dicoba, nanti Anda akan menemukan cara pendekatan yang lebih sesuai dengan kepribadian sehingga tak terkesan berusaha menjadi orang lain. Ashley juga menyarankan agar para karyawan yang ingin memperluas koneksi menetapkan sebuah target.

"Misalnya jangan biarkan Anda meninggalkan acara sebelum berkenalan minimal dengan tiga orang. Bertukarlah kartu nama dengannya. Setelah sampai di rumah, hubungi mereka di media sosial," ujarnya.

4. Jangan Fokus pada Pesta
Mungkin Anda menganggap tempat paling potensial untuk memperbanyak kenalan adalah dengan mengunjungi pesta-pesta. Namun networking bukan sekadar menunjukkan eksistensi di pesta namun membangun hubungan secara personal. Jadi ketika Anda tengah berusaha memperluas koneksi lakukan selayaknya seperti dua orang yang sedang mengobrol dan saling ingin mengenal pribadi masing-masing. Agar hubungan yang terjalin bisa lebih dalam usahakan cari kesamaan ketertarikan antara Anda dan calon koneksi.

"Ada banyak bahasan yang bisa Anda diskusikan, misalnya ketertarikan olahraga, bicara anak, atau liburan. Sebagai bonus, hubungan itu akan membuka banyak pintu agar Anda dikenalkan ke lebih banyak orang," ujar David Van Roos, senior direktur Global Leadership Development Walmart.

5. Mulai dari Orang yang Dikenal
Tidak punya banyak kenalan di luar perusahaan? Tidak masalah. Anda bisa mulai memperluas jaringan dengan rekan-rekan satu kantor yang belum terlalu dikenal. Ketika diadakan rapat atau pertemuan kantor, cobalah banyak mengobrol dengan mereka. Siapa tahu mereka memiliki banyak kenalan orang yang sedang Anda butuhkan.

(ami/eny)

Sumber :
https://wolipop.detik.com/read/2015/01/23/194024/2812478/1133/ingin-belajar-bangun-koneksi-kerja-ikuti-5-caranya-ini

Selasa, 25 Desember 2012

Di Balik Pentingnya KKN Untuk Mencari Kerja

Oleh : Baseframe

25-12-2012 11:37
Kalau Anda beranjak dewasa di era 90an akhir, bisa dipastikan anda pernah mendengar KKN a.k.a Korupsi, Kolusi dan Nepotisme.

Tapi KKN satu ini tidak ada hubungannya sama sekali dengan KKN yang diatas, tetapi KKN yang ini adalah Koneksi KawaN a.k.a Hubungan Pertemanan alias Sohib.

Pada 2 thread yang sebelumnya mengenai penyebab agan tidak mendapat panggilan kerja dan Lulusan pendidikan tinggi bukan jaminan mendapat pekerjaan bagus, banyak dari kaskuser yang memposting beberapa alasan mereka mendapatkan pekerjaan dimana salah satu penyebabnya adalah karena koneksi.

Sebenarnya seberapa bagus koneksi itu berperan dalam menunjang kesuksesan kita mendapat pekerjaan, ane mencoba menshare pengalaman pribadi dan beberapa rekan ane.

Supaya lebih enak dalam sharing kali ini ane akan memulainya dari saat baru lulus kuliah dan mulai mencari pekerjaan, dan ini adalah sejarah hidup ane sepuluh tahun terakhir tanpa tambahan apa-apa.

Seperti kebanyakan lulusan lainnya, salah satu yang menjadi pikiran adalah bagaimana caranya mendapatkan pekerjaan .... karena sewaktu kuliah tidak pernah menjalankan satupun usaha (kecuali dulu sekali ikut membantu bibi menjaga warung dia) maka membuka usaha sendiri bukanlah pilihan, karena yang terpikirkan saat itu bagaimana teori yang didapatkan saat kuliah bisa dipraktekkan di lapangan (idealisme tinggi emoticon-Smilie).

Pekerjaan pertama didapat setelah sebuah pabrik besar membuka lowongan kerja di pabrik, namun pengumumannya waktu itu di tempel di Majalah dinding kampus ( maklum jaman dulu website kampus masih "cupu" jadi tidak selalu update berita ), syukur alhamdulillah, berkat Koneksi KawaN info berharga mengenai lowongan didapat dan setelah proses interview user kami diminta untuk mengambil foto rontgen paru-paru di rumah sakit (kalau anda perokok dan masih mencari kerja disarankan mengurangi rokoknya) dan berkat Koneksi KawaN lagi ane mendapatkan tempat foto rontgen yang murah.

Pabrik kami letaknya di tengah hutan (jadi kalau pulang kerja di sambut suara jangkrik emoticon-Big Grin) dan seperti halnya dunia kerja lainnya kita akan menemui orang - orang dengan watak berbeda (penjilat boss, tukang penggosip, anak emas boss, aktivis pabrik (biasanya dia pengurus serikat pekerja), rekan kerja yang malas2an, rekan kerja yang pelit ilmu, rekan kerja yang idealis, rekan kerja yang tukang irian karena gajinya kecil dibanding kita, rekan kerja yang sok tau, tukang cuci tangan (kalau pabrik masalah biasanya dia kabur emoticon-Big Grin), rekan kerja yang suka ngelecehin kita (karena dimata dia kita itu bego, cupu dan enggak tau apa2), rekan kerja yang seide dengan kita, rekan kerja yang senasib dengan kita, rekan kerja yang selalu mengeluh, rekan kerja yang selalu menyalahkan kondisi.

Lalu ada bos yang kejam (biasanya dia enggak peduli apapun yang terjadi kerjaan harus selesai), boss yang enggak tau apa - apa dan bisanya marah aja, boss pintar yang sangat low profile, boss yang takut sama anak buah emoticon-Big Grin, boss yang cerewet, boss yang idealis dan benci sama BIG BOSS dll. And u know What, semua orang itu harus ane rangkul sebaik mungkin, karena WAJIB HUKUMNYA !!

Tentu saja metode dan caranya berbeda - beda dan kebetulan disana ada kakak tingkat ane jadi ane bisa tanya - tanya ilmu, curhat kalau ada masalah kerjaan dan kebetulan adek tingkat ane juga ada disitu, jadi dia selalu nempel sama ane karena dia masih baru dan u know what, dia lebih gampang disuruh buat kerja kotor2 di pabrik (ada untungnya juga punya rekan kerja, adek tingkat dari kampus jadi tradisi feodalisme kampus masih berlaku .... emoticon-Big Grin).

Lalu untuk apa kita rangkul ??

Karena itulah orang - orang yang setiap hari ketemu kita, kerja bareng kita dan bisa jadi di mata mereka, kita juga orang dengan salah satu watak freak yang disebutkan diatas, hanya mungkin kitanya saja yang tidak sadar emoticon-Smilie, dan kalau kita menghindar dari itu semua maka kita akan tersisih dari pergaulan kerja.

Tidak ada yang membantu kerja kita, tidak ada yang mengingatkan kita dan ujung2nya kerjaan tertunda, laporan tidak sesuai keinginan boss, apalagi kalau sakit dan jauh dari keluarga (berbeda dengan kampus dimana waktu kita kebanyakan dihabiskan diatas bangku). Tapi perlu diingat tentu tujuan kita pertemanan karena didasari hati, bukan karena ada maksud terselubung, bahkan banyak rekan di pabrik sudah seperti saudara sendiri.

Setelah beberapa tahun kerja disana banyak dari rekan - rekan tadi, terutama senior kami yang berloncatan ke tempat - tempat lain di seantero nusantara, tapi tentu saja nomor kontak mereka dan ID FB serta ID Linkedin mereka sudah ditangan (linkedin, tau kan ??), dan bila dirasa cukup ilmu maka kita mulai menebar jaring lagi untuk mendapatkan kerja yang lebih enak (gajinya, posisinya, tunjangannya dll).

Sampai suatu hari ane mendapatkan panggilan kerja dari pabrik lain, setelah telponan sama interviewer dan janjian ketemuan emoticon-Big Grin (untuk test tentu saja), ane mulai memanfaatkan Koneksi KawaN yang kebetulan kerja disana, tanya - tanya masalah fasilitas, kerjaannya apa saja dan gajinya berapa besar dan sekalian ane minta rekomendasi dari dia karena ternyata di form aplikasi perusahaan yang harus ane isi ada klausul yang bertanya tentang orang yang kita kenal di pabrik serta posisinya emoticon-Big Grin, jadi ane minta tolong ke dia kalau ada HRD nanya - nanya soal ane jawabnya yang bagus - bagus aja ya emoticon-Hammer (S)

Namun ane tidak jadi kerja di pabrik itu, karena gajinya enggak cocok emoticon-Hammer (S)

Selang beberapa bukan Koneksi KawaN bekerja lagi,seorang rekan menginfokan ada lowongan di tempat dia dan dia minta ane mengirim CV dan lamaran ke tempat dia kerja, beberapa minggu kemudian panggilan test kerja dan setelah itu nego gaji dan jeng - jeng sebulan kemudian (ane ganti seragam kerja, kebetulan gajinya cocok).

Walaupun sudah tidak kerja di tempat lama, namun Koneksi KawaN lama masih terus di maintain, melalui FB dan Linkedin kami saling bertukar informasi kerja, sharing ilmu dan saling memberikan rekomendasi di linkedin, terkadang ane jadi perantara antara rekan yang pengen pindah kerja dengan rekan yang mencari orang baru untuk mengisi posisi kosong di pabrik dia, karenanya jarang orang luar yang masuk ketempat kami dengan basic kerja yang berbeda (semacam exclusive club gitu, jadi kalau ada sebuah posisi kosong di pabrik pengolahan A maka orang - orang yang akan mengisi posisi itu ya orang yang dulunya kerja di pabrik sejenis dan u know what biasanya orangnya ya itu - itu aja emoticon-Big Grin, jadi misalkan si A dan si B kerja di pabrik "ABC" dan kemudian si A pindah ke pabrik XYZ dan ketemu si C maka biasanya si C itu juga mantan orang pabrik "abc" dan kenal sama si B, jadi enggak jarang ada cerita orang yang pernah kerja di hampir semua pabrik pengolahan A di indonesia.

Karena apa ??

Karena HRD dan user manager biasanya lebih senang menerima orang yang latar belakangnya sama dengan posisi yang akan dia isi sekarang. Jadi kalau dulu tukang masak masakan padang kan enggak mungkin rekrut tukang masak masakan jawa.

Di tempat baru ane bertetangga dengan orang dari perusahaan yang berbeda, satu lulusan STM dan satu lagi lulusan perkebunan, dan sama seperti ane mereka sangat memaintain hubungan Koneksi KawaN mereka, bagi rekan ane yang lulusan STM itu, dia selalu di tawarin project baru dari kawannya, dengan gaji mantap dan hanya modal telpon - telponan dan lempar lamaran saja, sama dengan rekan ane yang kerja di perkebunan, saat ini dia kerja di kebun setelah mendapatkan rekomendasi dari mantan bosnya dulu dan bahkan dia ditawari kerjaan baru dengan gaji maknyuss dan fasilitas mantap tapi dia masih mikir - mikir karena jauh dari keluarga.

Setelah beberapa tahun kerja di tempat baru dan agak jenuh anepun mencoba melamar lagi, namun karena memang mencari kerja itu susah, dari ratusan lowongan hanya beberapa puluh lamaran kerja yang ane mampu lamar (karena pertimbangan poisisi, pengalaman dan lain2) dan hanya sekitar sepuluh yang menelpon balik untuk interview lalu dari sepuluh yang menelpon hanya 3 yang ane bisa datang untuk interview, karena mereka interviewnya biasanya waktunya sangat mepet, jadi banyak yang ane tolak, terlebih bila harus interview beda kota, ongkos pesawat, akomodasi dll. Nah dari 3 interview hanya satu yang cocok antara user sama anenya :P.

Untuk tempat kerja baru ane tahun depan ini (insya allah) Koneksi KawaN ternyata sangat penting, jadi ceritanya waktu ane pergi ke WC, Hp ane tinggal di kantor dan saat itulah telpon dari HRD recruitment masuk, saat balik telpon sudah mati, sewaktu ane telpon balik ane enggak tahu nama yang telpon dan extensionnya, akhirnya ane menunggu berhari - hari namun tidak ada panggilan lagi, ya sudah pasrah saja .... nah selang beberapa hari seorang rekan menelpon balik, menanyakan tempat tinggal ane karena dia mau numpang tinggal untuk interview di kota ane, and u know what ? dia ikut interview dengan perusahaan yang sama yang menelpon ane beberapa hari lalu, setelah mendapatkan nomor extension dan nama HRD recruitmentnya, ane memberanikan untuk menelpon balik. dengan suara memelas ane menanyakan apakah ane masih bisa ikut interview dan berhasil, alhamdulillah sesuatu banget emoticon-Stick Out Tongue ....

Waktu test ternyata banyak rekan - rekan ane juga ikut, jadi rata - rata yang dipanggil itu yang dulu pernah kerja di pabrik ABC / XYZ dan ternyata ada senior ane kerja beberapa orang (lebih dari 1 pastinya) kerja ditempat ane akan test kerja.

Singkat cerita ane dan beberapa rekan (semuanya dulu kami satu pabrik ) insya Allah, kerja bareng lagi di tempat baru setelah sebelumnya kami berpencar ke pabrik berbeda. Tanpa uang pelicin tanpa menyogok, halal .......... hanya butuh Koneksi KawaN saja emoticon-Smilie

Sumber :
https://www.kaskus.co.id/thread/50d92d8fea74b4d3080000c6/di-balik-pentingnya-kkn-untuk-mencari-kerja/